Komitmen Pendidikan untuk Semua: Prodi S2 PAI UIN Salatiga Optimalkan Layanan Mahasiswa Disabilitas

Salatiga, 8 Januari 2026 – Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga terus memperkuat komitmen kampus inklusif melalui dukungan pembelajaran dan aksesibilitas bagi mahasiswa disabilitas. Pada semester berjalan tahun 2025/2026, salah satu mahasiswa Program Studi S2 Pendidikan Agama Islam (PAI) yang bernama Aditya pratama masyhuri menjalani proses perkuliahan dengan dukungan teknologi asistif, termasuk Braille, laptop dengan pembaca layar (screen reader), serta ponsel dengan fitur pembaca layar, sehingga materi dan aktivitas akademik dapat diakses secara mandiri.

Dalam proses pembelajaran, kampus mengacu pada pedoman layanan mahasiswa disabilitas yang menekankan ketersediaan perangkat dan materi ajar dalam format yang dapat diakses, seperti Braille, soft copy, maupun cetak huruf besar (untuk low vision), serta dorongan bagi dosen untuk memperbanyak informasi verbal saat menjelaskan materi visual (misalnya slide atau tulisan di papan).

Selain dukungan pembelajaran, UIN Salatiga juga menata dan mengembangkan sarana aksesibilitas fisik di lingkungan kampus. Standar layanan yang diterapkan mencakup penggunaan simbol disabilitas di area tertentu, labelisasi Braille pada sarana publik (misalnya lift dan pintu ruang), penyediaan lift atau ramp pada gedung bertingkat (lift dilengkapi informasi audio dan Braille), serta guiding block sebagai jalur pemandu bagi tunanetra.

Untuk mendukung mobilitas pengguna kursi roda/kruk, kampus juga menyiapkan toilet aksesibel dengan ukuran memadai, model toilet duduk, pegangan tangan, dan lebar pintu yang mencukupi. Fasilitas orientasi dan keselamatan turut diperhatikan melalui peta/denah kampus timbul bagi tunanetra, pelican crossing bersuara, dan jalur pedestrian yang aksesibel. Dukungan aksesibilitas diperluas pada layanan transportasi, antara lain bus kampus dan halte yang aksesibel, serta parkir khusus bertanda disabilitas.

Pada layanan akademik–administratif, kampus mengupayakan sistem yang mudah diakses melalui layanan administrasi berbasis online (misalnya registrasi, pengisian KRS/KHS, pengumuman, jadwal ujian, informasi beasiswa, dan layanan kemahasiswaan). Apabila layanan belum sepenuhnya online, pedoman juga mengarahkan penugasan petugas khusus untuk memastikan informasi tetap dapat diakses oleh mahasiswa disabilitas secara mudah.

Sebagai contoh penguatan layanan bagi mahasiswa tunanetra, UIN Salatiga juga mengembangkan dukungan akses berbasis Braille dalam layanan akademik tertentu, termasuk penyelenggaraan layanan/tes edisi Braille yang dikelola unit terkait di kampus.

Melalui pendekatan tersebut, Pascasarjana UIN Salatiga menegaskan bahwa akses pendidikan tinggi yang setara bukan hanya prinsip, melainkan praktik yang terus ditingkatkan mulai dari akses materi, proses belajar mengajar, layanan administrasi, hingga infrastruktur kampus agar seluruh mahasiswa dapat belajar secara bermartabat, aman, dan mandiri. (KRMN)

Dengarkan Teks