UIN Salatiga kembali meneguhkan perannya sebagai pusat pengembangan keilmuan Pendidikan Agama Islam melalui pelaksanaan Ujian Promosi Doktor ke-8 Program Doktor Pendidikan Agama Islam, yang diselenggarakan pada Rabu, 18 Januari 2026, bertempat di Aula Lantai 3 Gedung Pascasarjana UIN Salatiga. Ujian yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut berlangsung dalam suasana akademik yang dinamis, kritis, dan penuh dialog ilmiah.

Dalam ujian promosi doktor ini, Imam Subqi selaku promovendus mempertahankan disertasi berjudul “Internalisasi Nilai Karakter Religius dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (Studi Fenomenologi pada SMP Ramah Anak di Kota Salatiga)”. Disertasi tersebut mengangkat kegelisahan akademik atas fenomena degradasi moral dan krisis karakter religius di kalangan peserta didik, yang menunjukkan bahwa pendidikan belum sepenuhnya berhasil menginternalisasikan nilai religius dalam praktik kehidupan sehari-hari.

Penelitian ini secara khusus mengkaji praktik pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 5 Kota Salatiga pada tahun 2024, dua sekolah yang menerapkan konsep sekolah ramah anak. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, Imam Subqi berupaya memahami pengalaman nyata warga sekolah dalam menanamkan nilai karakter religius secara kontekstual dan bermakna.
Dalam pemaparannya, promovendus menjelaskan bahwa nilai karakter religius yang diinternalisasikan dalam pembelajaran mencakup lima dimensi utama, yaitu dimensi ideologis, ritualistik, pengalaman keagamaan, pengetahuan keagamaan, dan konsekuensi keberagamaan. Kelima dimensi tersebut menjadi kerangka penting dalam membentuk religiusitas peserta didik secara utuh, tidak hanya pada aspek ibadah formal, tetapi juga pada sikap, perilaku, dan kesadaran sosial.


Ketua Dewan Penguji, Prof. Dr. Zakiyuddin, M.Ag., dalam arahannya menekankan bahwa disertasi ini memiliki relevansi yang kuat dengan problem pendidikan kontemporer, khususnya dalam menjawab tantangan krisis karakter di era modern. Ia menilai bahwa pendekatan fenomenologis yang digunakan promovendus mampu menghadirkan gambaran autentik praktik internalisasi nilai religius di sekolah, sekaligus memperlihatkan pentingnya sinergi antara pembelajaran, budaya sekolah, dan kebijakan pendidikan.

Para penguji lainnya juga memberikan catatan akademik yang konstruktif. Prof. Dr. Abdurahman Kasdi, Lc., M.S.I.selaku penguji eksternal menyoroti kekuatan analisis konseptual dalam pemetaan dimensi religiusitas, sementara Prof. Dr. phil. Widiyanto, M.A. dan Prof. Dr. Muh. Saerozi, M.Ag. menekankan pentingnya penguatan landasan teoritis serta kontribusi disertasi ini bagi pengembangan keilmuan Pendidikan Agama Islam yang berorientasi pada nilai dan praksis. Prof. Dr. Supardi, M.A. turut mengapresiasi temuan empiris yang menunjukkan variasi praktik internalisasi nilai religius antar sekolah.

Menanggapi paparan promovendus, para penguji juga mencermati perbedaan praktik internalisasi nilai religius antara SMPN 1 dan SMPN 5 Kota Salatiga, khususnya pada dimensi ritual, pengalaman keagamaan, dan konsekuensi keberagamaan. Perbedaan tersebut dinilai sebagai kekayaan data yang menunjukkan bahwa internalisasi nilai religius tidak bersifat seragam, melainkan sangat dipengaruhi oleh budaya sekolah, kebijakan, serta pendekatan pedagogis yang digunakan.
Sebagai Promotor, Prof. Dr. Mansur, M.Ag., dalam respons akademiknya menyampaikan bahwa disertasi Imam Subqi telah menunjukkan kematangan berpikir ilmiah, baik dalam merumuskan masalah, membangun kerangka teori, maupun dalam membaca realitas pendidikan di lapangan. Ia menegaskan bahwa penelitian ini tidak hanya berhenti pada tataran deskriptif, tetapi juga memberikan implikasi praktis bagi penguatan pendidikan karakter religius dalam konteks sekolah ramah anak.

Sementara itu, Noor Malihah, S.Pd., M.Hum., Ph.D. selaku Ko-Promotor menambahkan bahwa temuan penelitian ini memperlihatkan pentingnya keteladanan, pembiasaan, dan pengalaman langsung sebagai kunci keberhasilan internalisasi nilai religius. Menurutnya, disertasi ini relevan untuk dijadikan rujukan bagi pendidik dan pengambil kebijakan dalam merancang pembelajaran PAI dan Budi Pekerti yang lebih humanis dan berorientasi pada pembentukan karakter.
Dari sisi dampak, penelitian ini menunjukkan bahwa internalisasi nilai karakter religius berkontribusi nyata terhadap terbentuknya perilaku positif, tumbuhnya kesadaran spiritual, meningkatnya kedisiplinan dan prestasi peserta didik, serta terciptanya iklim sekolah yang ramah, bersih, dan toleran. Dampak tersebut menegaskan bahwa pendidikan karakter religius dapat berjalan efektif ketika diintegrasikan secara konsisten dalam budaya sekolah.


Ujian promosi doktor Imam Subqi dilaksanakan di hadapan dewan penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Zakiyuddin, M.Ag., Dr. Ruwandi, M.A., Prof. Dr. Abdurahman Kasdi, Lc., M.S.I., Prof. Dr. phil. Widiyanto, M.A., Prof. Dr. Muh. Saerozi, M.Ag., Prof. Dr. Supardi, M.A., Prof. Dr. Mansur, M.Ag., dan Noor Malihah, S.Pd., M.Hum., Ph.D., yang seluruhnya memberikan kontribusi pemikiran kritis dalam proses akademik tersebut.
Melalui ujian promosi doktor ini, UIN Salatiga kembali menegaskan komitmennya dalam melahirkan doktor Pendidikan Agama Islam yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga peka terhadap problem nyata pendidikan karakter. Disertasi Imam Subqi diharapkan mampu memperkaya khazanah keilmuan sekaligus menjadi inspirasi bagi penguatan internalisasi nilai karakter religius di sekolah-sekolah Indonesia. (MAN)