Kembangkan Media Pembelajaran Berbasis GDC, Maulidin Raih Gelar Doktor ke-9 PAI UIN Salatiga.

Salatiga – Program Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI) Pascasarjana UIN Salatiga kembali menorehkan capaian akademik melalui penyelenggaraan Ujian Terbuka Promosi Doktor atas nama Mohammad Maulidin Alif Utama pada Senin, 29 Juni 2026. Ujian terbuka tersebut dilaksanakan pada pukul 13.00–15.00 WIB di Aula Lantai 3 Gedung Pascasarjana UIN Salatiga dan berlangsung secara khidmat dengan dihadiri oleh sivitas akademika, keluarga promovendus, serta para tamu undangan.

Pada kesempatan tersebut, promovendus mempertahankan disertasi berjudul “Pengembangan Media Pembelajaran Keislaman Berbasis Kearifan Lokal Melalui Aplikasi Generative Digital Culture (GDC) pada Generasi Z (Studi pada PTKIS di Provinsi Banten).” Disertasi ini mengkaji pengembangan media pembelajaran keislaman yang mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dengan pemanfaatan teknologi digital berbasis Generative Digital Culture (GDC) sebagai respons terhadap karakteristik dan kebutuhan belajar Generasi Z pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) di Provinsi Banten.

Sidang promosi doktor dipimpin oleh Prof. Dr. Zakiyuddin, M.Ag. selaku Ketua Sidang merangkap Penguji, dengan didampingi oleh Dr. Muhammad Aji Nugroho, Lc., M.Pd.I. sebagai Sekretaris Sidang merangkap Penguji. Adapun dewan penguji yang hadir dalam ujian terbuka tersebut terdiri atas:

  1. Prof. Dr. Zakiyuddin, M.Ag. (Ketua Sidang/Penguji);
  2. Dr. Muhammad Aji Nugroho, Lc., M.Pd.I. (Sekretaris Sidang/Penguji);
  3. Prof. Dr. Sukiman, S.Ag., M.Pd. (Penguji Eksternal);
  4. Prof. Dr. Mukti Ali, M.Hum. (Penguji);
  5. Dr. Rahmat Hariyadi, M.Pd. (Penguji);
  6. Dr. Ruwandi, M.A. (Penguji);
  7. Prof. Dr. Sa’adi, M.Ag. (Promotor); dan
  8. Dr. Mukh Nursikin, M.S.I. (Co-Promotor).

Selama pelaksanaan sidang, promovendus memaparkan hasil penelitian dan pengembangan media pembelajaran berbasis aplikasi Generative Digital Culture (GDC) yang dirancang untuk menghubungkan nilai-nilai keislaman dengan kearifan lokal melalui pendekatan teknologi generatif. Dewan penguji memberikan berbagai masukan, penguatan konseptual, serta pendalaman terhadap aspek metodologis maupun implikasi praktis dari hasil penelitian tersebut bagi pengembangan Pendidikan Agama Islam di era transformasi digital.

Setelah melalui proses ujian terbuka dan musyawarah dewan penguji, Ketua Sidang menetapkan bahwa promovendus dinyatakan lulus dan berhak memperoleh gelar Doktor dalam bidang Pendidikan Agama Islam. Dengan keputusan tersebut, Mohammad Maulidin Alif Utama resmi dikukuhkan sebagai Doktor ke-9 Program Doktor Pendidikan Agama Islam Pascasarjana UIN Salatiga.

Dalam sambutannya, Ketua Sidang, Prof. Dr. Zakiyuddin, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas capaian akademik promovendus serta menegaskan pentingnya inovasi pendidikan Islam yang mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi dan perubahan karakteristik peserta didik pada era digital. Integrasi antara teknologi generatif, nilai-nilai keislaman, dan kearifan lokal dinilai menjadi salah satu arah strategis dalam pengembangan Pendidikan Agama Islam di masa mendatang.

Promotor, Prof. Dr. Sa’adi, M.Ag., juga menyampaikan harapannya agar hasil penelitian ini tidak berhenti pada tataran akademik, tetapi dapat diimplementasikan secara lebih luas pada lembaga pendidikan tinggi keagamaan Islam sebagai model pengembangan media pembelajaran yang kontekstual, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan generasi muda.

Suasana haru dan penuh kebanggaan menyertai penutupan sidang promosi doktor tersebut. Keluarga, kolega, dan sivitas akademika yang hadir turut memberikan ucapan selamat kepada doktor baru yang berhasil menyelesaikan studi doktoralnya dengan baik.

Keberhasilan ini semakin memperkuat komitmen Program Doktor Pendidikan Agama Islam Pascasarjana UIN Salatiga dalam melahirkan lulusan doktor yang memiliki kapasitas akademik, kompetensi riset, serta kontribusi nyata dalam pengembangan Pendidikan Agama Islam yang moderat, adaptif, dan responsif terhadap dinamika sosial, budaya, dan perkembangan teknologi di tingkat nasional maupun internasional. (MAN)

Doktor Pendidikan Agama Islam

Dengarkan Teks