Tawarkan Model Kolaborasi Guru PAI-BK, Fahmi Raih Doktor PAI Ke-11 UIN Salatiga

SALATIGA — Progam Dokto PAI Pascasarjana UIN Salatiga kembali mencatat capaian akademik dengan lahirnya doktor ke-11. Muhamad Fahmi Ridho Auliya berhasil mengikuti ujian promosi doktor pada Kamis (24/9/2026) di Auditorium Lantai 3, Kampus 1 UIN Salatiga. Dalam ujian tersebut, Fahmi mempresentasikan disertasi berjudul “Model Kolaborasi Guru PAI-BK dalam Penguatan Karakter Religius dan Tanggung Jawab Peserta Didik SMP Negeri di Kota Magelang.”

Promosi doktor ini menjadi momentum penting bagi Pascasarjana UIN Salatiga dalam memperkuat tradisi akademik dan pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan doktoral. Dengan diraihnya gelar doktor oleh Fahmi, UIN Salatiga kini mencatat 11 doktor yang telah menyelesaikan pendidikan doktoralnya.

Disertasi yang diangkat Fahmi berangkat dari perhatian terhadap pentingnya penguatan karakter peserta didik di lingkungan sekolah. Karakter religius dan tanggung jawab menjadi dua aspek penting yang tidak hanya membutuhkan pembelajaran di kelas, tetapi juga pendampingan dan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Dalam penelitiannya, Fahmi mengkaji kolaborasi antara guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan guru Bimbingan dan Konseling (BK) pada SMP Negeri di Kota Magelang. Kolaborasi tersebut dipandang penting karena guru PAI dan guru BK memiliki peran yang saling melengkapi dalam memberikan pembinaan kepada peserta didik.

Guru PAI memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan dan moral, sementara guru BK memberikan pendampingan melalui layanan bimbingan dan konseling sesuai dengan kebutuhan perkembangan peserta didik. Sinergi kedua peran tersebut menjadi perhatian utama dalam model yang dikembangkan melalui penelitian Fahmi.

Melalui disertasinya, Fahmi berupaya menghadirkan model kolaborasi yang dapat memperkuat pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah. Model tersebut diharapkan dapat memberikan kerangka bagi sekolah dalam membangun pola kerja sama yang lebih sistematis antara guru PAI dan BK, terutama dalam mendukung pembentukan karakter religius dan tanggung jawab peserta didik.

Ujian promosi doktor tersebut menghadirkan delapan penguji, yaitu Prof. Dr. Zakiyuddin, M.Ag.(Ketua Penguji); Dr. Ruwandi, M.A.(Sekretaris Penguji); Prof. Dr. Islah Gusmian, S.Ag., M.Ag. (Penguji Eksternal); Prof. Dr. phil. Widiyanto, M.A. (Penguji); Prof. Dr. Achmad Maimun, M.Ag. (Penguji); Dr. Muhammad Aji Nugroho, Lc., M.Pd.I.(Penguji) Prof. Dr. Imam Sutomo, M.Ag. (Promotor & Penguji); dan Dr. Lilik Sriyanti, M.Si. (Co-Promotor & Penguji)

Dalam ujian tersebut, Fahmi memaparkan hasil penelitian sekaligus mempertanggungjawabkan argumentasi akademik yang dibangun dalam disertasinya. Pembahasan meliputi landasan teoritis, metodologi penelitian, temuan penelitian, hingga implikasi model kolaborasi guru PAI-BK dalam penguatan karakter peserta didik.

Kehadiran doktor ke-11 ini menjadi bagian dari perkembangan akademik UIN Salatiga. Selain memperkuat kapasitas akademik institusi, karya doktoral yang dihasilkan juga diharapkan memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta menjawab kebutuhan pendidikan di tengah tantangan pembentukan karakter generasi muda.

Penelitian Fahmi secara khusus memberikan perhatian pada konteks pendidikan tingkat SMP Negeri di Kota Magelang. Hasil kajian tersebut diharapkan dapat menjadi bahan referensi bagi sekolah, pendidik, maupun peneliti dalam mengembangkan pola kolaborasi yang mendukung pembinaan karakter peserta didik secara lebih terpadu.

Promosi doktor Muhamad Fahmi Ridho Auliya sekaligus menegaskan komitmen UIN Salatiga dalam mengembangkan tradisi akademik melalui penelitian yang memiliki keterkaitan dengan persoalan pendidikan di masyarakat. Sebagai doktor ke-11, capaian Fahmi menjadi bagian dari perjalanan UIN Salatiga dalam membangun ekosistem akademik yang produktif dan berorientasi pada kontribusi keilmuan.

Dengarkan Teks