“Antara Akal dan Iman: ‘Finding God’ Jadi Sorotan Interdisciplinary Colloquium Tahun 2026 UIN Salatiga”

Salatiga, Kamis 26 Maret 2026, Pascasarjana UIN Salatiga kembali menyelenggarakan kegiatan akademik bertaraf ilmiah dan spiritual melalui ** Interdisciplinary Colloquium Tahun 2026** dengan mengusung tema *“Finding God: A Spiritual Journey”*. Kegiatan ini menjadi salah satu forum akademik yang tidak hanya membahas keilmuan secara rasional, tetapi juga mengajak peserta untuk merenungkan dimensi spiritual dalam kehidupan manusia, khususnya dalam perjalanan menemukan Tuhan di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban modern. Kegiatan ini dilaksanakan dengan dihadiri oleh mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, pimpinan fakultas, serta beberapa guru besar di lingkungan UIN Salatiga.

Kegiatan Colloquium Tahun 2026 menghadirkan dua narasumber yaitu Dr. Phil. Claudia Azizah Seise dan Dr. Phil. Habiburrahman El Shirazy, Lc., M.A. Kedua narasumber menyampaikan materi yang sangat menarik dan inspiratif mengenai perjalanan spiritual manusia dalam menemukan Tuhan, baik melalui pendekatan akademik, pengalaman hidup, maupun refleksi keagamaan dan kemanusiaan. Materi yang disampaikan memberikan wawasan bahwa pencarian Tuhan bukan hanya melalui ritual keagamaan semata, tetapi juga melalui perjalanan intelektual, pengalaman hidup, penderitaan, kebahagiaan, serta interaksi manusia dengan sesama dan alam semesta.

Acara dibuka secara langsung oleh Direktur Pascasarjana UIN Salatiga,Prof. Dr. Phil.  Widiyanto, M.A. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa tema *Finding God* merupakan tema yang sangat relevan dengan kondisi masyarakat modern saat ini. Menurut beliau, manusia modern sering kali mengalami kekosongan spiritual di tengah kemajuan teknologi, ilmu pengetahuan, dan kehidupan material yang semakin maju. Oleh karena itu, perguruan tinggi khususnya Pascasarjana UIN Salatiga tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga dalam membangun kesadaran spiritual, moral, dan kemanusiaan. Beliau juga menekankan bahwa menemukan Tuhan adalah perjalanan panjang yang melibatkan akal, hati, dan pengalaman hidup manusia.

Selain sambutan dari Direktur Pascasarjana, sambutan juga disampaikan oleh Wakil Rektor I UIN Salatiga, Prof. Dr. Miftahuddin, M.Ag.  yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Interdisciplinary Colloquium ini sebagai bagian dari penguatan tradisi akademik di lingkungan UIN Salatiga. Beliau berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan karena mampu menggabungkan antara keilmuan, spiritualitas, dan nilai-nilai kemanusiaan dalam satu forum akademik. Sambutan berikutnya juga disampaikan oleh Kepala Biro AUAK UIN Salatiga, Dr. Agus Suryo Suripto, M.Hum. yang menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan akademik yang diselenggarakan oleh Pascasarjana UIN Salatiga sebagai bagian dari pengembangan kualitas akademik dan kelembagaan.

Dalam sesi pemaparan materi, narasumber menjelaskan bahwa perjalanan spiritual setiap manusia berbeda-beda, namun pada dasarnya semua manusia sedang mencari makna hidup dan mencari Tuhan dalam kehidupannya. Tuhan dapat ditemukan melalui ilmu pengetahuan, melalui penderitaan, melalui cinta, melalui pengabdian kepada sesama manusia, serta melalui proses perenungan diri yang mendalam. Diskusi berlangsung sangat interaktif dengan banyaknya pertanyaan dari peserta yang menunjukkan antusiasme dan ketertarikan terhadap tema yang diangkat dalam Interdisciplinary Colloquium Tahun 2026 ini.

Kegiatan Interdisciplinary Colloquium Tahun 2026 ini berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh antusias dari para peserta. Para peserta mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir dengan penuh perhatian dan semangat diskusi yang tinggi. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru, inspirasi, serta memperkuat nilai spiritual bagi seluruh peserta yang hadir.

Melalui kegiatan Interdisciplinary Colloquium ini, Pascasarjana UIN Salatiga berharap dapat terus menghadirkan forum-forum akademik yang tidak hanya membahas ilmu pengetahuan secara teoritis, tetapi juga mampu menyentuh aspek spiritual, moral, dan kemanusiaan. Dengan demikian, perguruan tinggi dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi terhadap masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu agenda akademik yang terus dikembangkan di lingkungan Pascasarjana UIN Salatiga sebagai wadah dialog keilmuan, spiritualitas, dan kemanusiaan dalam rangka membangun peradaban yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia.

Dengarkan Teks