Salatiga, 20 dan 21 Mei 2026 – Program Studi Magister Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (S2 PGMI) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Kurikulum 2026 sebagai langkah strategis dalam melakukan peninjauan dan pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, kebutuhan masyarakat, serta tuntutan regulasi terbaru. Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama Dr. Ahwy Oktradiksa dan diikuti oleh Ketua Program Studi, Sekretaris Program Studi, dosen home-based, alumni, mahasiswa, serta para stakeholder dari berbagai instansi mitra.
FGD Kurikulum 2026 diselenggarakan sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu akademik dan penjaminan kualitas pendidikan tinggi yang mengacu pada Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Regulasi tersebut menegaskan bahwa kurikulum harus disusun berdasarkan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti), berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan (CPL), serta mendukung penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi secara efektif, adaptif, dan berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, Dr. Ahwy Oktradiksa menekankan pentingnya pengembangan kurikulum yang berbasis Outcome-Based Education (OBE) dengan menempatkan capaian pembelajaran lulusan sebagai pusat perencanaan pembelajaran. Menurutnya, kurikulum Program Studi S2 PGMI perlu dirancang secara responsif terhadap tantangan pendidikan abad ke-21, penguatan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian, serta integrasi teknologi digital dalam pembelajaran madrasah.
“Pengembangan kurikulum tidak hanya berfokus pada pemenuhan standar akademik, tetapi juga harus mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi unggul, berpikir kritis, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan dasar Islam,” ungkap Dr. Ahwy Oktradiksa.
Ketua Program Studi S2 PGMI dalam sambutannya menyampaikan bahwa keterlibatan berbagai unsur dalam FGD menjadi bagian penting dalam mewujudkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan pengguna lulusan. Masukan dari alumni, mahasiswa, dunia kerja, dan stakeholder menjadi dasar dalam menyusun profil lulusan serta pemetaan kompetensi yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Diskusi berlangsung secara interaktif dengan membahas berbagai aspek penting, mulai dari evaluasi kurikulum yang sedang berjalan, penyesuaian capaian pembelajaran lulusan, struktur mata kuliah, strategi pembelajaran inovatif, penguatan riset dan publikasi, hingga integrasi nilai-nilai keislaman dan moderasi beragama dalam proses pendidikan. Berbagai masukan konstruktif dari peserta menjadi bahan penyempurnaan rancangan Kurikulum 2026.

Pada kegiatan ini, stakeholder yang diwakili oleh Bapak Ruchani, M.Pd dan Ketua KKGMI Salatiga (Natiqotul Fitriyana) juga memberikan masukan tentang pembelajaran yang ada di MI yakni IPAS, bukan IPA dan IPS. Melalui kegiatan ini, Prodi S2 PGMI berkomitmen untuk menghasilkan kurikulum yang selaras dengan kebijakan nasional pendidikan tinggi, kebutuhan masyarakat, dan perkembangan dunia pendidikan global. Hasil FGD akan menjadi landasan dalam finalisasi dokumen Kurikulum 2026 yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas lulusan, memperkuat daya saing program studi, serta mendukung terwujudnya pendidikan guru madrasah yang unggul, inovatif, dan berdaya saing internasional.
Kegiatan FGD diakhiri dengan penyampaian rekomendasi strategis untuk penyempurnaan kurikulum serta komitmen bersama seluruh peserta dalam mendukung implementasi Kurikulum 2026 sebagai instrumen peningkatan mutu akademik dan tata kelola pendidikan tinggi yang berkelanjutan. (KW)