
Bandar Seri Begawan, Senin, 13 Juli 2026 – Di tengah derasnya arus transformasi digital yang membawa berbagai peluang sekaligus tantangan bagi generasi muda, penguatan nilai-nilai Islam yang berlandaskan Al-Qur’an menjadi kebutuhan yang semakin mendesak. Berangkat dari semangat tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Generasi Z di Persimpangan Digital: Revitalisasi Pendidikan Islam Berlandaskan Al-Qur’an” diselenggarakan di Sekolah Ugama Arab Menengah Perempuan Raja Isteri Pengiran Anak Hajah Saleha, Brunei Darussalam, sebagai bagian dari upaya memperkuat karakter keislaman generasi muda dalam menghadapi era digital. Sekolah ini merupakan salah satu institusi pendidikan Arab di bawah Kementerian Hal Ehwal Ugama Brunei Darussalam yang berfokus pada penguatan pendidikan Islam dan pembinaan akhlak pelajar.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini selaku narasumber beliau Dr. H. Mukh Nursikin, M.Si., selaku Ketua Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (S2 PAI) Pascasarjana UIN Salatiga, Jawa Tengah, sebagai narasumber utama, juga didampingi oleh para dosen dan guru besar UIN Salatiga, yakni Prof. Dr.imam sutomo, Prof Dr. Sa’adi, M.Ag, Prof Dr Mansur, Prof.Dr Mubasirun, dan beberapa dosen lainnya, begitu juga di hadiri oleh kepala sekolah dan para ustaz dan ustadzah sekolah tersebut.
Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa kemajuan teknologi digital harus disikapi secara bijaksana dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam berpikir, bersikap, dan bertindak.
Menurutnya, Generasi Z merupakan generasi yang lahir dan tumbuh bersama perkembangan teknologi informasi. Di satu sisi, mereka memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap perkembangan digital. Namun, di sisi lain, mereka juga menghadapi berbagai tantangan berupa banjir informasi, krisis identitas, penyebaran hoaks, budaya instan, serta menurunnya kualitas interaksi sosial dan spiritual.
“Digitalisasi bukanlah ancaman apabila dibimbing dengan nilai-nilai Al-Qur’an. Justru teknologi harus menjadi sarana dakwah, media pembelajaran, serta instrumen pengembangan peradaban Islam yang berkarakter dan berakhlak mulia,” ungkap Dr. Mukh Nursikin di hadapan para peserta didik.
Beliau juga mengajak para siswi untuk membangun literasi digital yang berlandaskan etika Islam, sehingga mampu memanfaatkan media sosial dan berbagai platform digital secara produktif, edukatif, dan bertanggung jawab. Nilai-nilai seperti kejujuran (ṣiidiq), amanah, tabayyun, serta menjaga kehormatan diri di ruang digital menjadi bagian penting yang harus terus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, dialog, dan sesi diskusi mengenai tantangan pendidikan Islam di era digital. Para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan seputar pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), media sosial, pembelajaran digital, serta strategi menjaga identitas keislaman di tengah derasnya arus globalisasi.
Dalam kesempatan tersebut juga ditegaskan bahwa revitalisasi pendidikan Islam tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga diarahkan pada pembentukan karakter Qur’ani yang mampu mengintegrasikan kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, dan digital. Pendidikan Islam harus mampu melahirkan generasi yang adaptif terhadap perubahan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai dasar ajaran Islam.

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini diharapkan terjalin penguatan jejaring akademik antara Pascasarjana UIN Salatiga dengan institusi pendidikan Islam di Brunei Darussalam, sekaligus membuka ruang kolaborasi dalam pengembangan pendidikan Islam berbasis Al-Qur’an yang responsif terhadap perkembangan teknologi digital.