Salatiga, 28 Agustus 2025 — Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) pada Kamis, 28 Agustus 2025, sebagai bagian dari upaya konsolidasi dan peningkatan mutu akademik di lingkungan Pascasarjana. Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Pascasarjana, Wakil Direktur Pascasarjana, para Guru Besar UIN Salatiga, seluruh pengelola program studi (S3 PAI, S2 PAI, S2 PGMI, S2 Ekonomi Syariah, S2 Hukum Keluarga Islam, dan S2 Tadris Bahasa Inggris), serta dosen tetap Pascasarjana.

Dalam sambutannya, Direktur Pascasarjana menegaskan pentingnya peningkatan kinerja tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam penguatan riset dan publikasi ilmiah pada jurnal bereputasi nasional (SINTA) dan internasional (Scopus). Beliau juga mengajak seluruh elemen Pascasarjana untuk terus berinovasi dan menjaga standar mutu akademik.


Salah satu fokus utama rakor adalah evaluasi pembelajaran semester genap tahun akademik 2024/2025, yang disampaikan oleh Wakil Direktur Pascasarjana berdasarkan hasil Evaluasi Dosen oleh Mahasiswa (EDOM). Beberapa aspek yang menjadi perhatian adalah kehadiran dosen dalam perkuliahan, kualitas dan kontinuitas pembimbingan tesis serta disertasi, serta ketepatan waktu pelaksanaan tugas akademik.

“Hasil EDOM menjadi cermin bagi kita untuk memperbaiki diri. Semua dosen diharapkan semakin optimal dalam memberikan pelayanan akademik, baik di kelas maupun dalam proses pembimbingan. Komitmen terhadap kualitas dan profesionalisme harus terus kita jaga,” ujar Prof. Dr. Asfa Widiyanto, selaku Direktur Pascasarjana UIN Salatiga.
Selain itu, dalam rakor juga ditegaskan komitmen Pascasarjana untuk menjunjung tinggi etika akademik, terutama dalam mencegah plagiarisme. Mahasiswa diingatkan untuk memahami dan mematuhi standar orisinalitas karya ilmiah, serta menggunakan aplikasi pendeteksi plagiarisme yang telah disediakan oleh institusi.

“Plagiarisme adalah pelanggaran serius dalam dunia akademik. Kami mengimbau seluruh mahasiswa untuk menjaga integritas ilmiahnya dan membiasakan diri menulis dengan jujur, bertanggung jawab, serta sesuai dengan kaidah ilmiah,” tegas Noor Malihah, Ph.D. Wakil Direktur Pascasarjana.
Agenda rakor juga mencakup pembahasan teknis terkait kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang tergambarkan dalam penyusunan RPS, strategi akreditasi unggul, bimbingan tesis/disertasi, serta strategi peningkatan keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam publikasi ilmiah.

Dengan semangat kolaborasi dan komitmen bersama, Pascasarjana UIN Salatiga bertekad untuk terus mendorong mutu pendidikan tinggi berbasis riset, integritas keilmuan, dan kontribusi nyata terhadap pengembangan keilmuan Islam dan masyarakat. Wujud dari semangat ini, pascasarjana melalui Wakil Direktur juga menyampaikan kembali berbagai persyaratan akademik yang harus dipenuhi oleh mahasiswa sebelum menyelesaikan studi, di antaranya:

- Keikutsertaan dalam kegiatan Colloquium atau forum akademik ilmiah,
- Sertifikat kemampuan Bahasa Asing seperti EPE (English Proficiency Evaluation),
- Publikasi artikel ilmiah sesuai jenjang, dan
- Pemenuhan administrasi akademik lainnya yang diatur dalam ketentuan resmi Pascasarjana UIN Salatiga.

Penguatan sistem monitoring dan evaluasi proses akademik juga menjadi bagian dari agenda, termasuk penyusunan jadwal perkuliahan dan bimbingan yang lebih efektif dan terstruktur.
Dengan semangat kebersamaan, Rakor ini diharapkan mampu memperkuat arah pengembangan Pascasarjana UIN Salatiga menjadi pusat studi keislaman dan multidisipliner yang unggul, kompetitif, dan berintegritas. (MAN)