Kategori
Berita s2es

Prodi S2 ES PPs UIN Saga adakan Interdiciplinary Colloquium : Profesionalisme Dunia Perbankan Syariah Era 5.0

Salatiga, 21 Juni 2024, Program studi S2 Ekonomi Syariah Pascasarjana UIN Salatiga mengadakan Interdisiplinary Colloquium dengan tema “Profesionalisme Sumber Daya Insani Perbankan Syariah dalam meningkatkan Ekonomi Global di Era 5.0” yang dilaksanakan pada Jum’at, 21 juni 2024 bertempat di Aula pascasarjana uin salatiga, colloquium di ikuti oleh sekitar 100 peserta yang terdiri dari dosen, tamu undangan dan mahasiswa. Dr. Mifdhol Muthohar selaku Ketua Prodi S2 Ekonomi Syariah PPs UIN Salatiga, mengatakan dalam sambutanya bahwa potensi perbankan syariah sangat besar tetapi ternyata penyerapannya agak minim karena pendidikan dengan harapan semoga ilmu yang diberikan oleh Narasumber dapat menjadi motivasi bagi SDM untuk mengembangkan dunia perbankan syariah.

Prof. Dr. Miftahudin, M.Ag selaku Direktur Pascasarjana menyampaikan selamat datang ke pada Kepala Divisi Syariah Bank Jateng Syariah Bapak Slamet Sulistiono, S.E., M.M serta menginformasikan bahwa UIN salatiga memiliki 6 program studi dan salah satunya Program Studi Magister Ekonomi Syariah dan meminta restu bahwa tahun yang akan datang akan mendirikan S3 Program Doktor Ekonomi Syariah sebab ini adalah bagian salah satu yang menjadi kour perubahan dari IAIN ke UIN Salatiga. Berbicara Ekonomi Islam berarti kita berbicara terkait muamalah, sedangkan perbankan syariah sebagai anak kadung dari ekonomi syariah, sehingga harapan kami dalam praktisi ekonomi syariah terus berkerja sama dan cita2 untuk membangun masyarakat yang bermartabat tinggi dan menjadi masyarakat yang berpegang prinsip syariah.

Sementara dalam paparan materi Interdisiplanary Colloquium yang dipandu oleh Dr. Budi Sunarso, Narasumber Slamet Sulistiono, S.E., M.M yang merupakan Kepala Devisi Syariah Bank Jateng Syariah menyampaikan bahwa dalam menuju Profesionalisme perlu sesuatu yang dikerjakan karena cinta dan totalitas dalam berkerja, hasil akan bisa dirasakan terus menerus jadi intinya profesionalitas itu adalah mengerjakan sesuatu dengan hati dan keseriusan dengan perbandingan pada generasi sekarang yang lebih banyak hanya mengerjakan kerjaan sekedar promalitas.

Berdasarkan data dari paparan narasumber bahwa Jumlah yang kerja di bank syariah hanya 56 ribu hal tersebut tidak sebanding degan total penduduk, dan sumber daya manusia dibank syariah tidak banyak yang berlatar belakang ekonomi syariah karena tidak membekali diri dengan ilmu keterampilan contohnya kemampuan kursus softcos menyelaraskan kurikulum kampus dengan dunia kerja, oleh karena itu softcos, magang PKL itu sangat penting untuk ada di dunia perkuliahan.

Problem selanjutnya adalah secara mental yang lulus dan daftar kerja belum dibilang siap, maka perlu adanya magang sehingga akan punya difendent yang baik, dan perlu di ketahui bahwa saingan dalam dunia kerja dibank bukan hanya dari dunia ekonomi namun juga dari  dunia teknik seperti menghitung kelanyakan keuangan. Oleh karena itu ilmu itu harus berkolaborasi. Kecanduan teknologi yang sudah mengilangkan pekerjaan yang berulang-ulang seperti teller. pekerja yang memakai tangan sudah digantikan oleh digital, tapi ilmu IA, big data tidak akan bisa digantikan. Karena big data merupakan suatu hal yang penting karena hal tersebut mencakup data privasi banyak orang.”Ujar Slamet Sulistiono.

Begitu menariknya paparan yang disampaikan oleh narasumber dan respont peserta yang aktif dalam tanya jawab, lebih lanjut Slamet Sulistiono Kualifikasi dan kompetensi yang tepat sangat penting bagi SDI dalam perbankan syariah untuk mencapai profesionalisme yang tinggi. Hal ini mencakup kombinasi antara pengetahuan teknis dan non-teknis, pemahaman yang mendalam tentang prinsip-prinsip syariah, serta kemampuan untuk berinovasi dan terus berkembang di era Industri 5.0

Sementara itu dalam menciptakan hal yang baru Inovasi juga dapat dilakukan melalui pendekatan Value Co-Creation, yaitu proses kolaboratif di mana perusahaan dan pelanggan bekerja sama untuk menciptakan nilai bersama. Melibatkan interaksi aktif antara berbagai pemangku kepentingan, termasuk pelanggan, karyawan, mitra, dan komunitas. Arah ekonomi Indonesia sejalan dengan komitmen global untuk transisi dari brown energy ke green energy, maka eksplorasi bisnis terhadap sektor berbasis Environmental, Social and Governance (ESG) perlu ditingkatkan, untuk antisipasi new practise, baik dari sisi energi maupun perumahan, ungkap Slamet Sulistiono yang juga pernah bekerja di Bank Indonesia ini.

Budi Sunarso, ES PPs UIN Salatiga

Kategori
Berita

Pascasarjana UIN Salatiga Adakan Lomba Menulis Esai Nasional

Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga menggelar Lomba Menulis Esai Nasional pada hari Rabu, 12 Juni 2024. Acara yang dimulai pukul 13.00 WIB ini berlangsung hingga selesai, diikuti oleh 98 peserta yang berasal dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa dan masyarakat umum.

Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menyambut Dies Natalis ke-54 UIN Salatiga dengan tujuan utama untuk meningkatkan kemampuan menulis di kalangan UIN Salatiga.

Persiapan lomba dimulai dengan sosialisasi yang berlangsung dari tanggal 6 hingga 13 Mei 2024. Setelah itu, peserta diberikan waktu untuk mengirimkan artikel mereka mulai dari 13 Mei hingga 5 Juni 2024.

Pada hari ini, selain presentasi dari para peserta, juga akan diumumkan pemenang dari lomba menulis esai ini. Dengan tema yang bervariasi, para peserta diharapkan dapat menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam menulis esai yang kritis dan inovatif.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pengembangan kemampuan menulis di kalangan mahasiswa dan masyarakat umum, serta mempererat hubungan antara UIN Salatiga dengan komunitas akademik dan publik.

Pascasarjana UIN Salatiga berkomitmen untuk terus mendukung dan memfasilitasi kegiatan akademik yang dapat meningkatkan kompetensi dan kreativitas mahasiswa serta masyarakat luas.

Kategori
Berita

Pengumuman Final Lomba Esai Nasional Pascasarjana UIN Salatiga

Hari ini tanggal 12 Juni 2024, dilakukan presentasi final lomba Esai pascasarjana dalam rangka Dies Natalis UIN Salatiga ke 54.

Kegiatan presentasi dilangsungkan dengan pembagian 3 klaster yakni pendidikan, ekonomi, dan Hukum.

Berikut ini adalah pengumuman para juara. (KW)

Kategori
Berita

Pengumuman Nominee Esai 2024

Berikut ini Nominee Esai 2024

https://tinyurl.com/2s4hu8tx

Silakan konfirmasi segera ke Dr. Oktio.

Terimakasih

Kategori
Berita s2pai

KAPRODI DAN SESPRODI S2 PAI MERAIH PENGHARGAAN SEBAGAI DOSEN BERPRESTASI UIN SALATIGA

Pada hari Selasa (11 Juni 2024), Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Salatiga memberikan Penghargaan kepada Dosen berprestasi bidang akademik dalam rangka Apresiasi Sivitas Akademika Universitas Islam Negeri Salatiga (PRASTA SAGA). Pada acara tersebut, Kaprodi S2 PAI (Dr. Mukh Nursikin, M.S.I) terpilih sebagai Juara I dan Sesprodi S2 PAI (Dr. Edi Cahyono, S.E, M.M) terpilih sebagai Juara II dosen berprestasi dibidang akademik UIN Salatiga. Penghargaan tersebut diberikan dalam rangka memberikan apresiasi kepada para dosen yang memiliki prestasi akademik yang dinilai dari 4 indikator utama, yaitu: rekognisi, publikasi penelitian, luaran PkM, dan penghargaan yang dihasilkan selama 3 tahun terakhir. Semoga kegiatan ini dapat memberikan kebermanfaatan kepada seluruh sivitas akademika UIN Salatiga. (ECA)

Kategori
Berita s2tbi

Keren!  Pascasarjana Magister Tadris Bahasa Inggris UIN Salatiga Sukseskan Acara International Hybrid Colloquium

Salatiga – Pascasarjana UIN Salatiga berhasil menyelenggarakan International Hybrid Interdisciplinary Colloquium yang bertajuk “Gen AI Tools for Research: Practices, Policies, and Ethics Considerations” yang diselenggarakan oleh Program Pascasarjana Tadris Bahasa Inggris UIN Salatiga pada Jumat 7 Juni 2024.

Acara yang diselenggarakan secara hybrid ini menghadirkan pemateri yang luar biasa seperti Mr. Keith Heggart, Ph.D., Bapak Dr. Anuncius Gumawang Jati, M.A. dan Ibu Rr. Dewi Wahyu Mustikasari, Ph.D. ini dipusatkan pada praktik terbaik, kebijakan, dan pertimbangan etika seputar penggunaan alat AI dalam riset.

Para pembicara menggarisbawahi pentingnya mengintegrasikan prinsip-prinsip etika dalam pengembangan dan penerapan teknologi AI demi memastikan dampak yang positif dalam berbagai bidang riset. Acara ini dianggap sebagai langkah penting dalam mempromosikan pemahaman yang lebih baik tentang peran AI dalam riset modern. Mengingat teknologi AI semakin lama semakin canggih, jika kita tidak bijak dalam menggunakannya, maka kita akan terlena dibuatnya.

Acara ini tentu disambut antusias oleh seluruh partisipan bahkan memberikan insight baru dalam perkembangan teknologi. Karena menghadirkan topik bahasan yang hangat seputar AI.

Dikutip dari Heggart pada Colloquium (7/6/2024), teknologi memang memiliki dampak positif dan negative. Apalagi AI juga dapat menyebabkan ketergantungan karena kemudahan yang ditawarkan, selain itu negatif yang diberikan dalam penggunaan AI adalah dapat menyebabkan bias algoritma yang mana dapat menyebabkan diskriminasi dalam pengambilan keputusan, terutama dalam konteks.

Di sisi lain, ada beragam program AI yang diperkenalkan dalam diskusi Hybrid International ini seperti Chat GPT, Gemini, hingga Preplexity (Gumawang Jati, 2024). Heggart juga menambahkan beberapa teknologi AI lainnya yang dapat membantu untuk menggali informasi yang lebih dalam seperti Research Rabbit.

Sementara itu, di tengah-tengah gencaran AI yang semakin canggih, tentu ini tidak boleh mengalahkan kita dalam membuat karya ilmiah ataupun penelitian. Hal ini juga diungkapkan oleh Ibu Rr. Dewi yang menyebutkan bahwa Prisma bisa menjadi salah satu AI yang sangat berguna untuk riset masa depan. Namun, perlu untuk memastikan bahwa AI dikembangkan dan digunakan secara bertanggung jawab, menghasilkan manfaat yang maksimal bagi masyarakat, sambil mengurangi risiko dan dampak negatifnya.

Dari acara Internatioal Hybrid Colloquium ini dapat disimpulkan bahwa AI memang memberikan banyak manfaat dan kemudahan bagi manusia. Namun, sebagai pengguna harus tetap bijak dalam memanfaatkan teknologi yang ada. Jadilah pengguna AI yang bertanggung jawab dengan tidak menyalahgunakan teknologi tersebut untuk tujuan yang merugikan atau diskriminatif. ***